Kamis, 18 November 2010

KETENAGAKERJAAN DAN PENGANGGURAN

1.Ketenagakerjan
a. Tenaga kerja adalah seluruh penduduk dalam usia kerja(berusia 15tahun-65tahun)
b. Pembagian tenaga kerja
-Tenaga kerja rohani:kegiatan kerjanya lebih banyak menggunakan pikiran
ex:Manajer,direktur,dll.
-Tenaga kerja jasmani:kegiatannya lebih banyak mencakup kegiatan pelaksanaan dalam produksi
a.T.K terdidik memerlukan pendidikan tinggi
ex:dokter,dosen,guru
b.T.K terlatih memerlukan pelatihan
ex:sopir,montir.
c.T.K tidak terdidik tidak memerlukan pelatihan atau pendidikan
ex:kuli dan buruh gendong
2. Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja
- Angkatan kerja : warga Negara yang aktif ikut serta menyumbang tenaga, mencari pekerjaan atau masih menganggur.
Angkatan kerja dibagi :
a. pekerja
b. pengangguran
c. pencari kerja
- Bukan angkatan kerja : tenaga kerja yang tidak mau bekerja, bersekolah, ibu rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak melakukan suatu kegiatan dalam kategori kerja.
3. Kesempatan kerja
Jumlah lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat.
Secara teori terdapat tiga cara untuk menciptakan kesempatan kerja, yaitu :
- dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk.
- Meningkatkan intensitas pekerja dalam menghasilkan output.
- Pertumbuhan ekonomi.

4. Upah
Balas jasa yang diterima pekerja berdasarkan waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Teori upah :
a. T.U. Alam (wajar) menurut David Ricardo, cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
b. T.U. Besi menurut Ferdinand Lassale, Upah tenaga kerja yang ditentukan oleh hokum pemerintah dan penawaran di pasar akan tertekan ke bawah.
c. T.U. Etika, Sesuai batas minimum.

Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Upah
Tingkat harga, produktifitas kerja, struktur ekonomi nasional, peraturan pemerintah dan tingkat kebersaingan.

Syarat dan Tujuan Pemberian Upah
Syarat : Mampu memuaskan kebutuhan dasar kerja.
Tujuan : Memberikan keterkaitan, motivasi untuk bekerja.

Sistem upah di Indonesia digolongkan menjadi ;
a. Upah berdasarkan waktu
b. Upah berdasarkan hasil
c. Upah berdasarkan borongan
d. Komisi
e. Bonus
f. Pembagian keuntungan
g. System mitra usaha.


B. Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia
1. Pengangguran
Pengangguran adalah Angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan.
Seseorang dikatakan menganggur apabila,
- tidak bekerja tapi sedang mencari kerja
- sedang mempersiapkan usaha baru
- tidak mempunyai pekerjaan
- sudah mendapat pekerjaan tetapi belum mempunya pekerjaan.


Sebab-sebab pengagguran :
a. menurunnya permintaan tenaga kerja
b. adanya kemajuan tekhnologi
c. kelemahan dalam pasar tenaga kerja
d. jumlah lapangan kerja yang terbatas
e. fenomena PHK.

Jenis-jenis Pengangguran :
a. Menurut sifatnya
- Pengangguran terbuka : benar-benar tidak bekerja
- Setengah menganggur : tidak sesuai waktunya.
- Pengangguran terselubung : pengangguran tidak kentara.
b. Menurut factor penyebabnya
- pengangguran friksional
- pengangguran structural
- pengangguran siklikal
- pengangguran tekhnologi
- pengangguran konjungtural
- pengangguran deflasioner
- pengangguran musiman

Dampak pengangguran :
- Dampak ekonomi
- Dampak social
- Dampak bagi individu dan keluarga

Cara mengatasi pengagguran :
- memperluas kesempatan kerja
- mengurangi tingkat pengagguran
- meningkatkan kualitas angkatan kerja dan tenaga kerja
- meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja
- menurunkan jumlah angkatan kerja.



Upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja :
- menetapkan UMR
- mengikutkan setiap pekerja dalam asuransi jaminan sosial
- meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja
- mewajibkan untuk memenuhi hak-hak tenaga kerja.

Cara mengatasi pengangguran sesuai dengan jenisnya.
a. Cara mengatasi pengangguran musiman
- memberi informasi lowongan kerja
- memberi pelatihan
b. Cara mengatasi pengangguran structural
- menciptakan iklim investasi yang kondusif
- memberikan pelatihan ketrampilan
- menyediakan lapangan kerja
c. Cara mengatasi pengangguran friksional
- memberikan deregulasi dan debiro kratisasi
- melaksanakan program padat karya
- mengembangkan program transmigrasi
d. Cara mengatasi pengangguran konjungtural
- meningkatkan daya beli masyarakat tarhadap barang atau jasa.
e. Cara mengatasi pengangguran deflasioner
- menarik investor baru agar dapat mengairahkan dunia usaha
- memberikan pelatihan khusus pada tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri.
f. Cara mengatasi pengangguran tekhnologi
- memberikan pelatihan pada para pendidik agar menguasai tekhnologi.
- Mengenalkan tekhnologi kepada anak sejak usia dini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar